Improvisasi

29 04 2008

Sehubungan dengan Request tentang Improvisasi dalam bermusik pada tulisan saya sebelumnya, maka pada tulisan ini saya mencoba untuk membagikan apa yang saya tahu tentang improvisasi. Improvisasi dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, beberapa di antaranya adalah pendekatan dari chord dan melalui scale. Pendekatan dari chord dapat dilakukan dengan mengkombinasikan nada-nada yang merupakan unsur-unsur dari chord yang digunakan. Jika dari pendekatan secara scale, dilakukan dengan memainkan scalescale tertentu.

Jika ingin belajar untuk melakukan improvisasi dapat dilakukan dengan membuat melodi-melodi kecil yang sering dikenal dengan sebutan “licks”, yang kemudian sering dilatih dan biasanya akan “keluar” dengan sendirinya. Untuk referensi, saran saya sebaiknya Anda sering-sering mendengar lagu2 yang banyak mengandung improvisasi. Dimulai dengan lagu-lagu yang mudah, kemudian diikuti, lama-kelamaan umumnya kita akan mendapatkan “sense” dari improvisasi tersebut.😀


Aksi

Information

6 responses

1 05 2008
Didit

wah..setuju uy ndri,,hehe..

saran lagi, mungkin dengan menghafalkan scale dan kemudian menjelajahi scale tersebut akan banyak membantu berimprovisasi, tentunya makin banyak scale yang dikuasai, improvisasi akan lebih kaya (jangan kaya saya yang cuma bisa minor pentatonic, hehe..)

31 05 2008
neucessor

thanks.. jadi mau nyoba2 lagi.. ^^

PS: gw pindah blog

Randy

5 06 2008
munggaran

kalo metode gw nyari improvisasi, biasanya ngapalin banyak lagu yang sejenis (biar eneg, tahan-tahanin dulu……), setelah itu lakukan mixing chord, jump chord, atau bisa juga back play semisal (untuk mixing)
X : C-F-G-C
Y : F-G-Dm-C
nah…, jadinya bisa kita kombo jadi C-F-G-DM-C

untuk jump chord, bisa dimulai dari Y+X
F-G-DM-C-C-F-G-C
hilangkan beberapa not yang (pake perasaan juga sih) engga klop jadi :
F-DM-C-G

begitu kira-kira……

btw, gw nonton dari DVD2 tutorial, emang pada intinya improvisasi itu lebih timbul kalo kita banyak tahu lagu, tekniknya sendiri nomor 2.

14 06 2008
Andry Ongkinata

@munggaran:
emang bener sih… sebenarnya teknik itu no.2. Ada beberapa musisi yang gw lihat memiliki teknik yang tinggi tapi salah penempatan ketika improvisasi, lagunya malah jadi tidak enak.

Kayanya klo contoh improvisasi yang loe tulis rootnya ada di C (nada dasar C), menurut gw sebaiknya jangan masuk ke chord II (Dm) setelah V (G). Sedikit masukan, untuk perpindahan dari C ke F mungkin bisa disisipkan jembatan chord seperti Gm – C13, sehingga urutan chord menjadi C-Gm-C13-F

Selamat mencoba…

1 09 2008
Hans

bos… selain cara2 diatas gimana lagi yah biar enak improv…??

1 09 2008
Hans

buat nambahin… sori klo awa masi cupu…. u/ improv2 chord, mungkin bisa baca buku2 tentang voicing2 terutama jazz voicing, dibuku ono biasanya lengkap posisi chord (nada2nya) yang enak didenger, dan ada juga penjelasan tentang bridge chord seperti klo maw C –> F bisa dilempar ke Gm7 .. C13 baru ke F…
ato mungkin dari C — > Fmaj7 bisa melalui C .. Caug/F# .. Fmaj7….

:D:D:D….

yang susah sih gimanaklo improv melody nya itu lho…. kadang2 kerasa gak enak gimana hehehehe….

gimana om ongky nih…. bagi2 ilmu lah… hohoho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: