Hungarian Notation

10 05 2008

Banyak programmer Windows menggunakan sebuah konvensi untuk menamai variabel dalam kode yang mereka buat. Konvensi ini dikenal dengan sebutan “Hungarian Notation“. Penamaan variabel biasanya dilakukan dengan menambahkan prefix / awalan yang menandakan tipe data dari variabel tersebut. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan Hungarian Notation tersebut:

prefix ‘c’ –> char atau WCHAR atau TCHAR
prefix ‘by’ –> BYTE (unsigned char)
prefix ‘n’ –> short
prefix ‘i’ –> int
prefix ‘x’, ‘y’ –> int yang digunakan untuk koordinat x dan y
prefix ‘cx’,'cy’ –> int yang digunakan untuk length (x dan y); ‘c’ di sini merupakan “count”
prefix ‘b’ atau ‘f’ –> BOOL (int); ‘f’ merupakan “flag”
prefix ‘w’ –> WORD (unsigned short)
prefix ‘l’ –> LONG (long)
prefix ‘dw’ –> DWORD (unsigned long)
prefix ‘fn’ –> function
prefix ’s’ –> string
prefix ’sz’ –> string yang diakhiri dengan karakter 0
prefix ‘h’ –> handle
prefix ‘p’ –> pointer

Prefix-prefix di atas merupakan contoh-contoh prefix yang sering digunakan oleh para programmer Windows khususnya untuk merepresentasikan tipe data dari variabel yang mereka buat. Contoh: iNilai, variabel iNilai merupakan variabel dengan tipe data integer.

Semoga tulisan ini sedikit memberikan gambaran agar ketika kita melihat source code dengan prefix-prefix di atas kita tidak perlu terlalu bingung lagi… :D





Mensana In Corpore Sano

7 05 2008

Di tengah kesibukan kuliah yang tiada henti-hentinya, olahraga tidak pernah dilupakan. Seperti slogan yang akrab di telinga para siswa sekolah dasar di Indonesia, “Mensana In Corpore Sano” yang terjemahan bebasnya kira-kira sebagai berikut, “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat“.

Foto kegiatan Futsal Bareng bersama dengan rekan-rekan saya yang lain (Foto diambil oleh: AT menggunakan kamera milik IT :p) :

Kebanyakan mahasiswa yang sibuk dengan pekerjaannya melupakan olah raga ditambah lagi tidak adanya mata kuliah olahraga pada kebanyakan universitas / institusi pendidikan di Indonesia.





Trik seorang guru…

5 05 2008

Alkisah ada seorang anak sekolah yang tidak sengaja melakukan kesalahan (dalam hal ini kenakalan seperti melempari teman lainnya, dsb) di dalam kelas dan secara kebetulan tidak ada seorangpun yang melihat dia melakukannya, sebut saja anak ini Udin (nama samaran). Tentu murid yang menerima perlakuan tidak menyenangkan dari Udin ini melaporkan kejadian ini kepada seorang guru. Ketika seorang guru datang ke dalam kelas untuk melakukan investigasi dan bertanya, “Hayo… Akui… Siapa yang melakukannya?”. Suasana hening… Si guru tersebut tidak memperoleh jawaban dari satu orangpun. Guru tersebut kemudian kembali ke ruang guru dan berpikir sejenak. Tak lama kemudian Guru tadi kembali ke kelas dan melontarkan pernyataan: “Ibu sudah tau siapa pelakunya, Ibu harap pelakunya menghadap secara pribadi ke kantor guru setelah jam pelajaran hari ini berakhir. Jika tidak, maka Ibu akan memanggil orang tuanya untuk menghadap Ibu”…

Hal semacam ini merupakan salah satu contoh trik seorang guru untuk menghadapi muridnya. Meskipun dia tidak mengetahui pelakunya, dengan trik seolah-olah mengetahui pelakunya dapat membuat si pelaku mengaku dengan sendirinya (probability90%)