Tim Garuda Parahyangan dan CREW dari STEI-ITB masing-masing meraih juara I (meraih IEICE Communication Society Award) dan Juara II (meraih “LSI of the Year for Student” dari “The Semiconductor Industry Newspaper”) pada Microchip/LSI Design Contest ke 11 di Okinawa (http://www.lsi-contest.com/index_e.html).
Lomba ini merupakan lomba chip desain tingkat Internasional yang beberapa jurinya berasal dari perusahaan-perusahaan multinasional dan besar dalam industri Elektronika, seperti Sony, Renesas, Synplicity, Xilinx dll. Lomba tahun ini bertopik merancang chip untuk sekuriti yang banyak dipakai di Industri IT, baik internet, hand-phone, wireless dan lain sebagainya yaitu rancangan RSA encoder-decoder. Chip yang dirancang memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sehingga president dari Sony Semiconductor, yang terkenal dengan produk Play Station3-hand Phone dan TV-nya, datang langsung untuk melihat dan bertindak sebagai juri dalam lomba ini. Kategori penilaian meliputi ide baru rancangan dan kemungkinannya dalam aplikasi industri. Yang lebih mengesankan lagi adalah semua tim dari Indonesia merupakan mahasiswa S1, dimana tim lainnya sebagian besar adalah mahasiswa Master, bahkan dari perwakilan industri. Hasil karya tim indonesia juga akan di undang secara khusus untuk tampil di jurnal terkemuka bidang elektronika di Jepang, yaitu IEICE (http://www.ieice.org/eng/index.html) dan diliput di majalah Design Wave Magazine, yaitu merupakan majalah referensi utama bagi engineer bidang electronic design di Jepang.
Tim Garuda Parahyangan, beranggotakan Oky Firmansyah, Andry Ongkinata dan Bagus Prasetyo Wibowo, mengajukan rancangan yg berjudul “RSA Enchiper Hardware Design Using Interleaved Algorithm with Dynamic Masking“. Sementara Time CREW, yang beranggotakan Iput Heri Kurniawan, Asep Bagja Nugraha dan Randy Saut Purba, membuat rancangan berjudul “RSA Hardware Implementation Based on Pipeline Architecture of Montgomery’s Algorithm“. Kedua Tim dipimpin langsung oleh Dr. Trio Adiono, yang membimbing langsung mahasiswa dalam membuat rancangan mereka melalui kuliah tingkat akhir “Perancangan VLSI” di STEI ITB.
ITB juga mendapat kehormatan bahwa dari 14 juri yang ada, salah satunya dari ITB, yaitu Dr. Sarwono Sutikno, yang pada lomba-lomba sebelumnya memimpin tim-tim dari ITB. Diharapkan prestasi ini dapat mengantar ITB menjadi “World Class University“, yang kiprahnya dikenal di dunia Internasional. Dan juga diharapkan dapat membangkitkan Industri Elektronika Nasional, dan khususnya dalam chip desain yang diupayakan oleh Pusat Mikroelektronika ITB melalui berbagai programnya. Keberhasilan kedua tim untuk berlaga di Okinawa juga tidak lepas dari dukungan oleh berberapa pihak, baik itu perusahaan nasional ataupun pribadi, yaitu PT. Indosat, Bapak Bambang Sutedjo (PT.Hariff Daya Tunggal Engineering), Bapak Brata Taruna, PT. Graha Sarana Duta, PPI Okinawa, Alumni ITB, IOM ITB, dan berbagai pihak lainnya.
Maju terus Indonesia!







hebat dan salut. Hebat sekali elo….elo akan sukses banget deh…
Best Regards,
ngeri bener bos !!
salut!!
maju terus
Keren abis tampang kalian…
Nice suits…. ^^
Jadi juara lagi.. salut2..
Selamat yaa
Randy
selamat, Ndri! atas berhasilnya kalian!
God Bless You!
Oy, met Paskah, ya!
jadi hadiah paskah, dong? hehe.
bener euy hebat banget…!
Wih..Keren betul bisa Juara di Jepang!
Benar2 anak bangsa yang berpotensi!!
Salut!!
@all
Thx!
muantab!!
Halo Mas Andry,
Banyak selamat ya dan juga kepada tim yang sudah membawa harum nama bangsa. Sudah lama mendengar berita ini, tapi baru nemu weblog sang juaranya hari ini he he ..
Tetap semangat memajukan elektronika di Indonesia.
Salam,
http://ybandung.wordpress.com
oi ndry, itu koq lu keliatan tua bgt disitu……
kapan maen ke cepron lagi ?, wahahahahaha
[...] Ternyata kita masih memiliki prestasi itu. [...]
Salam Kenal
boleh minta no. telp nya mas coz mau konsultasi